
Sakit itu rasanya ga enak bgt!!! Hari sabtu tepatnya tanggal 14 aku demam tinggi. Puncak demam sabtu malam, disitu badan ku rasanya panas, kepala pusing dan badan meriang. Rasa nya pengen nangis tapi tidak bisa karna rasa sakit yang luar biasa menyerang tubuh ini. Kedua orang tua ku sepanjang malam terjaga hanya untuk mengkompres badan ku yang panas dan memijat kepala ku yang sakit luar biasa. Akhirnya, minggu pagi keluarga ku membawa ku periksa ke Rumah Sakti. Saat di bawa ke Rs keadaan ku masih sakit. Ya, Tuhan..badan ku sudah tidak tahan menahan panas tapi Rs tempat ku datangi tak kunjung menangani ku. Setelah beberapa kali Papa ku tanya suster jaga, mana dokternya barulah aku ditangani. Panas ku 38, trombosit 224 aku di perbolehkan pulang ke rumah.
Menjelang sore demam, pusing dan menggigil menyerang diri ku lagi. Cuma kali ini rasa sakitnya luar biasa melihat dan berdiri pun rasanya ga sanggup, aku pun menangis minta pertolongan Tuhan. Doaku: oh..Tuhan..jangan ambil nyawa ku. Dengan perasaan cemas kedua orangtua ku membawa ku kembali Rs yang sama. Aku masuk Ruang UGD, seperti tadi pagi para suster jaga tidak langsung menangani aku, mereka dengan tenang duduk diam melihat orang sakit. Setalah papa ku marah kepada para suster jaga tersebut mereka baru menangani aku, itu pun cuma sebatas cek tensi dan sekali lagi ambil darah. Aku perhatiin suster yang memeriksaku ternyata dia hanyalah suster magang. Apa karena itu makanya pelayanannya sangat buruk. Btw, kenapa bisa di UGD ada orang magang??
Akhirnya, kedua orangtua ku memutuskan membawa ku ke Rs lain. Sesampainya di Rs tersebut aku lagi di tangani dengan cepat. Dokter langsung memeriksa keadaan diriku dan kemudian selang infus pun sudah dipasang ke tangan ku. Dirawat lah aku di Rs tersebut. Jam 5 pagi adalah waktu yang sangat menakutkan bagi ku. Karna setiap jam 5 ada seseorang yang harus mengambil darah ku. Bayangkan selama 5 hari aku di rawat tangan kanan ku tempat di infuse. Aduh, rasanya tangan ku sudah bengkak dan mati rasa, sedangkan tangan kiri ku rasanya nadinya sudah bolong semua karna harus ditusukin tuk diambil darah. Dalam hati aku selalu berdoa, Tuhan aku kapok sakit lagi. Mulai detik ini, saat ini aku berjanji akan lebih menjaga kesehatan ku. Terima kasih Tuhan karna kau telah menyelamatkan hidupku.
Menjelang sore demam, pusing dan menggigil menyerang diri ku lagi. Cuma kali ini rasa sakitnya luar biasa melihat dan berdiri pun rasanya ga sanggup, aku pun menangis minta pertolongan Tuhan. Doaku: oh..Tuhan..jangan ambil nyawa ku. Dengan perasaan cemas kedua orangtua ku membawa ku kembali Rs yang sama. Aku masuk Ruang UGD, seperti tadi pagi para suster jaga tidak langsung menangani aku, mereka dengan tenang duduk diam melihat orang sakit. Setalah papa ku marah kepada para suster jaga tersebut mereka baru menangani aku, itu pun cuma sebatas cek tensi dan sekali lagi ambil darah. Aku perhatiin suster yang memeriksaku ternyata dia hanyalah suster magang. Apa karena itu makanya pelayanannya sangat buruk. Btw, kenapa bisa di UGD ada orang magang??
Akhirnya, kedua orangtua ku memutuskan membawa ku ke Rs lain. Sesampainya di Rs tersebut aku lagi di tangani dengan cepat. Dokter langsung memeriksa keadaan diriku dan kemudian selang infus pun sudah dipasang ke tangan ku. Dirawat lah aku di Rs tersebut. Jam 5 pagi adalah waktu yang sangat menakutkan bagi ku. Karna setiap jam 5 ada seseorang yang harus mengambil darah ku. Bayangkan selama 5 hari aku di rawat tangan kanan ku tempat di infuse. Aduh, rasanya tangan ku sudah bengkak dan mati rasa, sedangkan tangan kiri ku rasanya nadinya sudah bolong semua karna harus ditusukin tuk diambil darah. Dalam hati aku selalu berdoa, Tuhan aku kapok sakit lagi. Mulai detik ini, saat ini aku berjanji akan lebih menjaga kesehatan ku. Terima kasih Tuhan karna kau telah menyelamatkan hidupku.
No comments:
Post a Comment